Guntara
Guntara lahir di Solo, 15 Juli 1966, aktifitas melukis ditekuni sejak kecil, belajar melukis secara otodidak dan dari para senior, mengembangkan bakat seninya melalui buku-buku dan literatur, baik di dalam maupun dari luar negeri.
Sejak tahun 1990 telah aktif berpameran, Guntara selalu menekankan pentingnya sebuah proses dengan mengartikan sebuah proses adalah sebuah wujud kerja yang sesungguhnya, sebuah menifestasi dari wujud syukur dari bakat seni yang diberikan oleh Nya.
Guntara tidak pernah membatasi kekaryaan pada salah satu disiplin ilmu seni saja, gagasan- gagasan artistiknya ia wijudkan dalam media yang beragam.
patung, lukisan, grafis, relief, dan menggunakan berbagai media seperti tanah, pasir, serbuk kayu, arang,dan dengan mix media lainnya, dan dengan gagasan-gagasan dalam era tehnologi yang berkembang, kekinian. banyak gagasan yang tercipta tentang lingkungan dalam khasanah budaya Indonesia.Dengan mengangkat philosophy javanis, tema-tema kehidupan dan kebudayaan tradisi masyarakat sebagai pokok soal dalam kekaryaannya.
Mengolah dengan tehnik ekspresionis dengan nuansa contemporary dengan mendistorsi aksara jawa yang menghadirkan nuansa mistis magis dalam balutan repetisi yang unik.menjadikan sebuah karya bercorak lukisan yang "berbeda", lain dari yang lain dalam balutan "misteri dinamika repetisi".
Bebagai organisasi seni lukis yang pernah dan sedang ditekuni antara lain ; Pelangi Nusantara (1999), Paguyuban Seniman Timur ( 2000 ), Paguyuban Sanggar Seniman Seluruh Indonesia ( 2005 ), Himpunan Pelukis Jakarta ( Neo HIPTA 2006 ), Sanggar Putik ( 2007 sampai sekarang ).
Beberapa karyanya telah dikoleksi oleh penikmat seni baik di dalam maupun di luar negeri.
